Paidl Safar, Pengalaman berjalan kaki sejauh 200 km



PAIDL SAFAR




oleh :
AGUNG RACHMATULLAH



                Sebelum kita membahas hal ini si penulis ingin memperkenalkan acara yang di sebut paidl safar, acara ini di ikuti oleh mahasiswa tingkat 4 semester 7, acara ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Ta'ala dengan mengikuti langkah orang-orang yang beriman, dengan berjalan kaki kita dapat menjadi sehat dan ini salah satu sunnah para Nabi, dengan demikian maka berjalanlah kalian di muka bumi ini dengan mengingat Allah Ta'ala, hal ini yang menjadi acuan kami melakukan hal demikian, yaitu berjalan kaki sejauh 200 km dengan 3 hari 2 malam, memang ini terdengar sangat mustahil tapi di sisi inilah kita membuktiakan bahwa dengan doa semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, maka percayalah bahwa Allah itu dekat dengan hamba-hamba-Nya yang selalu mengingat Allah.
        sebelum tiba hari yang sangat mendebarkan saya khususnya kita selaku tingkat 4 selalu mengadakan latihan sekali sebulan ke berbagai cabang, cabang yang pernah kita kunjungi antara lain adalah kebayoran, paninggilan, depok, barandang siang, bogor, dan cisalada. Setiap latihan saya mengalami hal yang kurang enak seperti saya masuk angindan muntah-muntah waktu saya berkunjung ke cabang kebayoran, saya beberapa kali gagal waktu latihan tetapi teman-teman memberikan solusi bahwa ketika gagal maka kita cari penyebabnya dan kita cari jalan keluarnya, oleh karena itu saya membeli perbekalan yang di luar batas normal seperti payung, obat masuk angin , obat nyeri otot, dan beberapa handsoplast.
                Saya mempersiapkan barang bawaan saya ketika saya masih ujian tengah semester, karena acara paidl safar di selenggarakan pada tanggal 17 january 2017, untungnya uang kiriman datang jadi saya bisa membeli segala yang saya butuhkan. Kita menyediakan tempat atau kamar yang di khususkan untuk peserta paidl safar di kamar no 7,8, dan 9, jadi kita bisa tidur dengan tenang supaya nanti kita tidak ngantuk ketika sedang paidl safar.
                Tepat jam 03.00 wib tanggal 17 january 2017, kita bangun dan mempersiapkan segalanya lalu panitia meminta semua peserta untuk pergi menuju dapur supaya dapat sarapan, sarapan di sini bukan berarti makan nasi tetapi kita makan roti dengan the manis, setelah kita sarapan kita menuju depan asrama untuk di berikan pengarahan oleh panitia lalu kita memilih pasangan kita di hari pertama, saya memilih saudara Khalid Walid Ahmad Khan karena dia berpengalaman dan saya kira dia adalah pasangan yang setia, kemudian kita berdoa lalu berangkat perpasangan masing-masing, saya senang karena akhirnya saya dapat merasakan apa yang dahulu kaka tingkat kita rasakan semasih kita menjadi panitia paidl safar 2015, saya berjalan sampai mc donal bersama saudara Khalid dan tak lama kemudian saya meninggalkan dia, saya merasa sangat berdosa ketika saya meninggalkan dia tetapi saya tidak bisa terus bersama dia disebabkan kaki saya sudah mengalami hal-hal yang tidak di inginkan apalagi hari pertama tidak bersahabat di waktu pagi dengan adanya hujan sampai kira-kira jam 8an, memang hari itu sangat sulit tetapi Allah pasti tidak akan diam melihat hambanya yang sedang berjihad dan hanya Allahlah yang kita junjung namaNya di jalanan, saya dapat berbarengan dengan saudara Iman Mubarak Ahmad, Andri Anshar Humayung Dan Khalid Walid Ahmad Khan sampai botani square, di pos Zulfikar saudara Iman terkena cedera lalu saya bersama kedua temanku itu melanjutkan perjalanan tak lama kemudian saudara Khalid berjalan pelan dan saya susul bersama saudara Andri, saya sampai ke cabang lenteng Agung kurang lebih jam 18.00 wib bersama saudara Mubasyir Ahmad Tahir Dan Ahmad Ramdan Syakirin.
                Di lenteng agung saya di sambut oleh anggota di sana dan mereka menyediakan rendaman air panas lalu saya bergegas untuk tidur supaya saya bisa fit di hari kedua, jam 03.00 wib kita di bangunkan lagi lalu berangkat bersama pasangan yang berbeda, disebabkan panitia yang menunjuk pasangan kita maka saya siap mendapatkan siapa saja, pasangan saya di hari kedua adalah saudara Iman Mubarak Ahmad, saya bersama saudara Iman melihat suatu kecelakaan mobil yang menabrak seseorang , setealah saya berdua mendekati hal itu ternyata benar itu adalah kecelakaan yang dialami oleh saudara Khalid, tidak lama kemudian panitia yang Bernama Arif Setiawan datang untuk mengatasi masalah ini dan saya berdua melanjutkan perjalanan, selama di perjalanan saya mengalami rasa perih di bagian selangkangan yang memungkinkan saya menepi dan di tinggal oleh saudara Iman, tetapi saya merasa berdosa lagi ketika saya meninggalkan saudara Iman disebabkan hal yang sama, saya di hari kedua kebanyakan saya bersama saudara Numan Ahmad dan Farid Ahmad, dari jalan yang sangat panjang seperti masjid kubah mas sampai UIN saya berbarenagan, ketika saya melewati masjid jemaat depok saya di tawari minuman isotonic, gorengan dan lontong isi, saya berbaring sebentar di sana kemudian saya lanjut dan tidak lama saya menyusul Sdr Farid dan Nu’man tetapi di pos saudara Syer Ali saya di susul lagi dan saya bersama mereka kembali, ketika saya melewati masjid jemaat kebayoran saya merasa gembira, sudah saya katakan bahwa saya gagal dalam menjalani latihan di cabang ini dan sekarang saya dapat melewatinya tanpa terulang lagi hal yang sama, Alhamdulillah saya akan menginjak masjid jemaat paninggilan yang kedua kalinya, saya tambah gembira di karenan di cabang inilah saya dapat berjumpa lagi dengan Mubaligh yang pernah bertugas di cabang cimahi bandung tempat saya tinggal, di tambah para anggotanya yang siap berkhidmat untuk membantu sesama, saya di sana dapat di pijit oleh seorang jemaat yang mukhlis, sebab beliau memijit bukan hanya satu orang akan tetapi hampir semua peserta paidl safar dan beliau semata-mata untuk berkhidmat saja.
                Seperti biasa kita di bangunkan tepat jam 03.00 wib saya diberitahu bahwa saya berpasangan dengan saudara Ammar Ahmad, setahu saya orang seperti ini bukan tandingan saya dan mungkin ini bisa di sebut penyiksaan apalagi di hari terakhir saya sudah banyak menderita dan sekarang saya harus berjalan bersama sdr Ammar, saya selama berjalan merasakan ada keganjilan, sdr Ammar yang saya kenal adalah orang yang sangat cepat jalannya, mungkin karena dia sudah lelah jadi dia berjalan lambat, sebenarnya saya berfikir mungkin ini adalah tipu muslihat yang di rancang dengan rapih tapi di sisi lain saya juga tidak bisa menyangka apa yang saya katakana, dan tidak lama kemudian Ammar meminta saya untuk meninggalkan Ammar, karena saya pikir karena hari ini pasti terasa akan panas dan saya tahu bahwa daerah yang akan saya lalui adalah kota Jakarta maka saya memutuskan untuk meninggalkan dia, dan tidak lama kemudian memang tak ku sangaka Ammar yang saya kenal memang menunjukan taringnya juga maka Ammar melesat melewati saya dan beberapa temannya, hari yang lelah disertai udara  yang menyengat sehingga saya tidak mampu melawannya, saya menjumpai saudara Hanif Tahir Ahmad dan Ahmad Salam, maka saya berjalan bersama mereka, saya bersama Hanif dan Salam beristirahat di Alam Sutra selama 2 jam dan kita mendapatkan teman yang lain yaitu saudara Farid , nu’man, dan andri, tetapi Hanif meninggalkan kita disebabkan dia sudah merasakan sakit yang mendalam, selama perjalanan saya banyak menghabiskan waktu untuk berteduh bersama sdr Salam, tetapi Salam meninggalkan saya dan akan menunggu saya di pertigaan viktor, walhasil mana ada orang satupun kecuali hanya panitia saja dan saya patah semangat karena itu, saya menuju Universitas Pamulang yang di mana jalannya panjang juga, sdr Iman saya susul kemudian saya di susul lagi sama sdr Andri dan Nu’man, disebabkan mereka berjalan seperti kereta api saya menggikuti mereka supaya tenaga saya pulih kembali, sampai pos sebelum penjemputan saya tadinya ingin menyatakan saya gagal tetapi disebabkan dukungan panitia dan Sdr Andri dan Nu’man saya akhirnya memutuskan untuk lanjut bersama mereka, akhirnya saya sampai pos penjemputan dan saya terkapar, saya berniat untuk berjalan sampai markas subuh saja bersama Saudara Zafrullah Fery, tapi situasi tidak mendukung disebabkan saya di susul oleh sdr Anwar, Ferdy, Mubasyir, Ramdan dan Qomar jadi saya mengikuti yang terakhir saja yaitu Qomar, saya di beritahu bahwa kita akan gagal jika kita sampai markaz lebih dari jam satu, saya merasa was-was sebab saya berniat subuh aja saya akan sampai, disebabkan hal itu saya harus memaksakan diri untuk bisa tepat waktu maka saya melanjutkan perjalanannya, saya melanjutkan perjalanan bersama sdr Qomar, ketika dekat markaz Qomar memutuskan akan berlari dariku dengan berlari maka saya pun tidak tinggal diam saya berlari dan menyusul Qomar, mungkin ini hal yang tragis tetapi ini adalah sejarah hidup saya bisa mengikuti paidl safar 2017 .

Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, saya ucapkan terimakasih kepada orang-orang yang ikut terlibat dalam acara ini, dan saya ucapkan mohon maaf jika ada yang keliru.
terima kasih banyak, jazakumullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kenangan di wanasigra

Pelajaran Bahasa Urdu

Keistimewaan umat ahmad as