Jangan Merusak Masjid



                Kejahatan yang sedang melanda dunia ini menandakan bahwa harusnya kita menguatkan keimanan kita sebab semakin banyak orang yang melakukan sesuatu tanpa mengetahui faidahnya, apa mungkin yang mereka lakukan benar atau salah?, padahal suatu kebenaran adalah perilaku atau perbuatan suatu manusia yang di sertai dengan adanya sifat Allah swt dan kesalahan adalah suatu hal tanpa adanya sifat Allah swt melainkan adanya sifat syetan, jadi dari peristiwa atau kejadina akhir-akhir ini kita bisa membedakan antara benar dan salah, kali ini si penulis ingin memberikan informasi berkaitan dengan perusakan fasilitas peribadahanumat islam.
                Adanya agama islam adalah menyebarkan rasa kasih sayang di antara umat manusia seperti yang di contohkan oleh yang Mulia Rasulullah saw, sebab islam memilikiarti sebagai keselamatan dari kata salama yusalimu.
                Masjid adalah rumah Allah swt dan tempat beribadah oleh sebab itu harus di jaga kesucian dan kehormatannya, jangan pula kita hancurkan, dengan adanya masjid kita bisa mengetahui seberapa banyak pesan islam yang telah di sebarkan, seberapa pula orang yang tertarik kepada umat islam, tapi mengapa bukannya membangun malah merusak padahal jika kita lihat di dalam QS. Al-Baqarah [2] : 11 – 12 bahwa” Tuhan melarang berbuat kerusakan tetapi jawaban mereka justru kami yang berbuat perbaikan, jawab ayat ke 12 sesungguhnya mereka yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya. Orang seperti itu bahaya jika tidak kita beritahukan, maka bantulah ia dengan pendekatan yang positif supaya mereka sadar akan kebenaran, mohon untuk tidak membuat Tuhan marah sebab kerusakan adalah hal yang paling di benci oleh Allah seperti yang di jelaskan dalam QS. Al-Baqarah [2] : 204-206.
                Ingat bahwa menghalangi orang untuk beribadah adalah suatu perbuatan yang buruk atau zalim apalagi sampai merobohkan tempat ibadah itu sendiri, sebab mereka akan mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat seperti di jelaskan dalam QS. Al-Baqarah [2] : 114.
                Jadi dari kutipan ini si penulis berharap untuk tidak menghukum atau menghakimi sesuatu sebelum jelas karena jika kita main menghakimi tanpa ada perintah dari pihak yang berwenang maka kita juga selain berlaku aniaya kita juga melanggar hokum yang telah di dirikan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Semoga artikel ini memberikan pencerahan dan hidayah kepada kita semua
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kenangan di wanasigra

Pelajaran Bahasa Urdu

Keistimewaan umat ahmad as