Tidak ada hukum yang di batalkan di dalam Al-Qur'an



D
i zaman seperti ini kita harus menguatkan keimanan kita sebab segala hal dan perilaku manusia yang menunjukan bahwa mereka telah melupakan sang Maha Pencipta seluruh semesta, seperti di Firmankan di dalam QS. Al-Isra (17) : 83 yang intinya setiap kenikmatan yang telah di berikan kepada manusia maka berpalinglah ia dan menjauhkan diri mereka dan jika keburukan menjamahnya maka ia berputus asa. Maka kita harus mengadakan perubahan di dalam diri kita walaupun segala corak kita tempuh dengan perjuangan, sebab perjuangan mendatangkan perbaikan-perbaikan, terkadang perjuangan membuahkan hasil yang kecil, kadang pula mengalami kegagalan tetapi kita harus berjiwa besar sebab inilah yang namanya hidup.
                Berkenaan dengan hal ini saya terpikir bahwa kita membutuhkan rukum islam dan rukun iman sedangkan di luar sana ada yang melupakannya dengan cara tidak mempercayai lagi rukun iman yang ke 3 yaitu percaya kepada semua kitab-kitab yang di turunkan Allah swt, mereka menamai sebagian ayat Al-Qur’an dengan nama Nasikh Mansukh.
                Pengertian Nasakh : (1) bermakna ‘izalah (menghilangkan) seperti di dalam QS. Al-Hajj [22] : 52, (2) bermakna tabdil (mengganti/menukar) seperti di dalam QS. An-Nahl [16] : 101, (3) bermakna takwil (memalingkan) (4)bermakna menukilkan dari suatu tempat ke tempat yang lain.
                Bagaimana mereka bisa beriman jika kitab suci yang seharusnya di imani malah di lupakan dan di nyatakan batal hukumnya, mereka melupakan bahwa Allah swt menciptakan sesuatu tidak dengan sia-sia dan harus ingat bahwa yang mereka tolak adalah kitab yang merupakan pegangan orang islam di seluruh dunia.
                Berkaitan hal ini saya mempunyai cerita dari salah satu dosen saya yang menjelaskan, ada seorang pemuda gagah berani, pada zaman itu orang yang pemberani menandai dirinya dengan suatu tanda seperti tattoo, ketika pemuda itu datang kepada pembuat tattoo, pemuda itu menginginkan tattoo seekor singa, ketika pembuat tattoo itu memulainya, pemuda itu merasakan kesakitan karena tusukan jarum, pemuda itu berkata “apa yang sedang anda gambar?”
Pembuat tattoo berkata “telinga singa”
Pemuda berkata  “tinggalkan dahulu yang itu, gambar bagian yang lain”
Ketika pembuat tattoo menggambar bagian yang lain , si pemuda berkata lagi “apa yang sedang di gambar?”
Pembuat tattoo berkata “saya sedang mengambar telinga yang ke 2”
Pemuda berkata “tinggalkan gambar itu, gambar yang lain”
Pembuat tattoo berkata”jika gambar ini gambar itu di tolak maka apa yang seharusnya saya buat, pulang saja! Bagaimana saya gambar singa jika telinganya pun sudah di tolak.
                Saya menulis ini karena saya ingin semua mengetahui bahwa syukuri apa yang sudah di berikan oleh Allah, dan ini hasil yang saya temui ketika saya sedang belajar dan menemukan jawaban yang mantap.
Sekian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kenangan di wanasigra

Pelajaran Bahasa Urdu

Keistimewaan umat ahmad as