FKIPA Al-Muazzyi warta

Kami Forum Kajian Ilmu Perbandingan Agama (FKIPA) mengadakan agenda bulanan yaitu kunjungan ke berbagai tempat yang ada hubungannya dengan agama-agama seperti tempat ibadah orang Kristen, Buddha dan lain-lain.
Pada hari Jumat, 25 Oktober 2013 pukul 08.00 WIB kami berkunjung ke Budha Tidur bersamaan dengan kegiatan rutin Jamiah yaitu Jalan Santai yang rutenya sejalur dengan tempat kunjungan kami ini. Setelah mengikuti rute jalan santai tibalah kami di Vihara Buddha Tidur didampingi Pembina FKIPA, Mln. Rakeeman RAM Jumaan juga dosen-dosen JAMAI yang lain. Sebelum masuk ke lokasi kami menyempatkan diri berfoto bersama sebagai tanda bukti dan kenang-kenangan.
Kegiatan yang dilakukan di dalam yaitu melihat secara langsung rupang Buddha Tidur yang katanya terbesar di Asia Tenggara. Kita berfoto bersama para dosen. Setelah foto bersama kami beranjak pulang dikarenakan pukul 09.00 WIB kami akan melanjutkan kunjungan ke tempat yang berbeda di Bogor.
Setelah kami sampai di kampus Mubarak kami beristirahat sembari menyiapkan diri untuk kunjungan berikutnya. Sekitar pkl 09.15 WIB kami mulai mandi dan menyiapkan perbekalan untuk makan siang disana. Kami berangkat sekitar pkl 10.00 WIB didampingi Pembina kami. Kemudian kami naik bus Pusaka selama 1 jam perjalanan dan tiba di Bogor pukul 11.00 WIB. Sesampainya disana kami langsung menuju Gramedia, tujuan kami kesana yaitu untuk mencari referensi buku-buku yang berhubungan dengan Ilmu Perbandingan Agama. Tak berapa lama kami mencatat dan mencari judul buku, kami segera menuju Masjid Al-Fadhal yang ada di Bogor untuk shalat jumat.
Setibanya di masjid pukul 12.00 WIB. Kamipun langsung berwudhu dan melaksanakan Ibadah Shalat Jumat disana.
Setelah itu kami pun pergi dan ini adalah waktu yang paling ditunggu yaitu makan bersama sehingga makan pun jadi nikmat dan bersemangat.
Sebenarnya agenda sesudah makan bersama adalah mengunjungi Gereja Zebaoth, namun karena satu dan lain hal dan Pembina ada urusan, jadi Ketua FKIPA memutuskan untuk pergi lagi ke Gramedia namun di tempat yang lain guna melanjutkan pencarian referensi Perbandingan Agama.
Kami pergi menggunakan angkot dan setelah sampai disana kami mulai mencari, melihat dan mencatat buku-buku penting sebagai bahan pelengkap FKIPA.
Setelah beberapa lama kami pun melihat waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB yang artinya kami harus pulang. Kira-kira pkl 18.00 kami sampai. Alhamdulillah akhirnya kami mendapatkan referensi yang akan diajukan.
Itulah kisah kunjungan kami ke Vihara Buddha Dharma & 8 Po Sat. (ARD)

 Pagi itu suasana tampak cerah, suasana asrama Jamiah Ahmadiyah Indonesia(JAMAI) terlihat tenang namun aku melihat beberapa orang sedang sibuk bersiap-siap. Ternyata mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengadakan kunjungan ke  Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bogor dan Saung Paramitha yang berada di Ciapus Bogor.
Tepat pukul 07.30 WIB para mahasiswa Forum Kajian Ilmu Perbandingan Agama JAMAI berkumpul di depan Pos Security Kampus Mubarak menunggu Pembina FKIPA datang.
Ketika beliau datang langsung saja memimpin doa bersama. Pukul 08.00 WIB kami berangkat menuju ke lokasi kunjungan yang pertama yaitu GKP Bogor menggunakan transportasi angkot yang sudah dicarter.
Pukul 08.40WIB kami tiba di GKP dan disambut oleh Pdt. Suluh Sutia S.Si. dan mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam Gereja dan menempati tempat duduk di balkon supaya bisa melihat secara langsung proses baptis dan ibadah mereka dengan jelas.
Saat menunggu aku melihat seorang gadis memainkan piano di sebelah kiri ruangan, alunan suara piano yang soft membuat yang hadir merasa nyaman.
Proses ibadah pagi ini akan dimulai pukul 09.00 WIB, dan karena adanya keterlambatan keluarga yang akan dibaptis, ibadah pagi ini diundur selama 30 menit.
Tepat pkl 09.30 WIB keluarga yang akan dibaptis pun dantang di GKP dengan mengenakan baju warna putih dan celana hitam.
Acara Ibadah pun dimulai :
Tema yang diangkat dalam ibadah tersebut adalah “Memuliakan Yesus sebagai Raja (Lukas 1 : 68-79)
Prosesi Ibadah:
Awal = Jemaat berdiri – bernyanyi – (PKJ) Pelengkap Kidung Jemaat : 27
Doa = Dipimpin oleh Sang Pendeta (Pengakuan Dosa).
Anugerah pengampunan Mazmur : 103-118
Hukum Allah  Matius 32 : 37-40 ‘’ Kasihanilah orang lain seperti kamu mengasihi dirimu sendiri”.
Firman Tuhan Lukas : 68-79 “Zakaria berdoa : aku akan mempunyai anak” beliau pun menjadi bisu.
Anak Zakaria = Yohanes Lahir – Zakaria berdoa : 69-75
Setelah bisa berbicara lagi beliau mengagungkan Yesus =Bagian 1.
Lukas 76-79 berbicara tentang anaknya Yohanes Sang Pembaptis sebagai pembuka jalan = Bagian 2.
Fungsi orang tua yang membaptiskan anaknya adalah supaya percaya dan mengenal Yesus.
Orang tua = Yohanes Pembaptis = Nabi Baru (Konteks Sederhana).
Di GKP ada 2 sakramen – Sakramen Baptis Kudus = dari bahasa Ibrani Baptizo “aku mandi”
                          Sakramen Perjamuan Kudus = Roti & Anggur “simbol kehadiran Tuhan”.
Pendeta Suluh menekankan bahwa Baptis anak bukanlah penyerahan”
Rasul Paulus berkata, “Laki-laki atau perempuan yang beda iman namun membaptiskan anaknya akan masuk ke dalam karya keselamatan Tuhan”.
Ada pertanyaan mengapa orang kristen saat saudaranya meninggal kok malah bernyanyi-nyanyi yang kesannya bahagia. “Sebagai manusia, keluarga yang di tinggal pasti sedih namun di mata iman mereka senang karena ia bersama Yesus di singgasananya.”
Tata cara Pelayanan Baptis:
Orang yang akan dibaptis berdiri membaca pengkuan iman, ditanya oleh pendeta apakah bersedia memenuhi panggilan Yesus dalam berbuat baik taat dalam ibadah? Ya, bersedia.
Kepada orang tua yang membaptiskan anaknya, apakah bersedia mendidik anak mengaku beriman sesuai dengan petunjuk Al-kitab dan peraturan gereja?
Pendeta turun dari mimbar serta majelis jemaat berdiri di samping beliau, salah seorang yang berdiri di dekat beliau membawa cawan yang berisikan air. Kemudian peserta baptis dewasa dipanggil untuk menghadap dan orang tersebut berlutut dihadapan sang pendeta. Kemudian pendeta mengusapnya sebanyak 3 kali sambil berkata “Atas nama Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Rohul Kudus”.
Kemudian peserta melantunkan doa syukur untuk para peserta baptisan. Dan, Majelis Jemaat beserta sang Pendeta pun kembali ke tempat masing-masing
Setelah itu melantunkan nyanyian Persembahan dan Doa Persembahan. Para panitia maju kedepan mengambil kantong supaya diisi uang persembahan dari para anggota Jemaat GKP yang hadir pada ibadah pagi itu. Setelah mengembalikannya kantong yang berisikan uang tersebut diletakkan di atas meja dan ditutup dengan kain putih.
Setelah itu warta jemaat diumumkan.
Dan, ibadah pagi ini pun ditutup dengan Doa Syafa’at oleh Pdt. Suluh Sutia S.Si.
Setelah mengamati ibadah ini kami pun disalami oleh para anggota jemaat dengan ramah. Lalu kami turun ke lantai satu dan menunggu pendeta yang masih bersalam-salaman dengan anggota jemaat GKP sembari menunggu kami pun duduk dan membaca sejarah GKP yang ada di tembok sebelah gereja.
Sang pendeta pun keluar dari ruang ibadah dan beliau pun akhirnya mempersilahkan kami untuk masuk ke kantor majelis jemaat GKP dan mulai memperkenalkan para pengurusnya satu persatu, dengan senyum hangat mereka menyambut kami. Mereka pun merasa senang dan terhormat atas kedatangan kami yang tujuannya ingin belajar mengenai teologi agama Kristen (yang mungkin tidak ada mahasiswa Islam lainnya yang seperti kita – Peny.) dan kita pun diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri. Setelah itu kami pun disajikan kue bolu dan air mineral. Pendeta pun menawarkan jika ingin mempererat hubungan dengan para remaja gereja, bisa melalui sparing olahraga bersama seperti bermain futsal, basket, dan lain-lain.
Tak terasa waktu menunjukkan pkl 12.00 WIB pertanda kami harus meninggalkan GKP dan menuju ke Vihara Saddarma-Saung Buddha Paramita, Ciapus-Taman Sari, Bogor.
Setelah angkot membawa kami ke tempat tujuan selama 40 menit, kami pun sampai disana. Saat kami masuk ke halaman kami pun disambut oleh beberapa orang yang sedang duduk disana diantaranya nayaka Mami Nani. Kami menunggu beberapa saat dan terlihat oleh kami beberapa orang sibuk menyiapkan makanan yang nantinya untuk makan siang kami. Ada ayam, sayur sop, gado-gado, telur dadar, mie rebus, dan makanan enak lainnya yang membuat nafsu makan kami meningkat. 
Sayangnya, Bhante Siri tidak bisa kami ajak bicara karena beliau siap-siap untuk pergi ke Ambon sambil mengemas rupang/arca buddha.
Kami sempatkan foto di Vihara, di bawah pohon bodhi, mengunjungi Buddha Tidur versi kecil, dan mengelilingi tempat Saung Paramitha.
Tepat pukul 14.30 WIB kami rombongan Forum Kajian iImu Perbandingan Agama yang beranggotakan : Asep Muiin Mulyana (Tk. 5), Hafizurrahman (Tk.5), Hamidin (Tk.5), Ahmad Basofi (Tk.3), Fajar Kautsar (Tk.3), Fathir Ahmad (Ketua/Tk.3), Nasir Ahmad Tahir (Tk.3), Agung Rochmatulloh(Tk.1), Ahmad Ramdhan (Tk.1), Aris Wildan Budiman (Tk.1), Farid Ridwan (Tk.1) meninggalkan Vihara Saddharma kembali ke Kampus Mubarak tercinta. Alhamdulillah kami tiba dengan selamat pkl 15.30 WIB. (FJR)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

kenangan di wanasigra

Pelajaran Bahasa Urdu

Keistimewaan umat ahmad as