TANGISAN MATA BUNDA
dalam senyum mu kau sembunyikan letih mu
derita siang dan malam menimpa mu
tak sedikit pun menghentikan langkah mu
untuk bisa memberi harapan baru bagi ku
seonggok cacian selalu menghampiri mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru bagi anak mu
bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan segulung uang yang kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku
dan yang selalu kau berkata pada ku
aku menyanyangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyanyangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku
puisi ini ciptaan RANTI NURMALASARI
dari CISARUA, CIMAHI BANDUNG
derita siang dan malam menimpa mu
tak sedikit pun menghentikan langkah mu
untuk bisa memberi harapan baru bagi ku
seonggok cacian selalu menghampiri mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru bagi anak mu
bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan segulung uang yang kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku
dan yang selalu kau berkata pada ku
aku menyanyangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyanyangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku
puisi ini ciptaan RANTI NURMALASARI
dari CISARUA, CIMAHI BANDUNG
Komentar
Posting Komentar