Khutbah Idul Adha
Assalamualaikum wr, wb
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
(Daging-daging
dan darahnya sekali-kali tidak akan dapat sampai kepada Allah, tetapi
ketakwaan dari kamulah yang akan sampai kepada-Nya. Demikianlah Allah telah
menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah karena
hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang
yang berbuat baik. Al-Haj 37)
Hari ini adalah
Hari Raya pengurbanan/Iduladhha. Pada Hari Raya ini siapapun yang mendapatkan
taufik melakukan pengurbanan dia melakukan pengurbanan.
Disini, di negara-negara Barat tidak ada pandangan pengurbanan
seperti itu. Mereka orang-orang yang sudah lama mukim disini mungkin
mereka tidak dapat mengetahui dengan baik. Perhatian yang ada di
negara-negara Asia dan negara-negara Afrika ( Atau mungkin saja
terdapat di negara-negara dunia ketiga) dimana dengan penuh perhatian kambing-kambing
kurban dibeli. Sapi-sapi dibeli atau sejumlah orang mengurbankan
unta-unta. Pada hari-hari ini, terdapat semacam perlombaan di kalangan
orang-orang dalam mencari kambing-kambing dan domba-domba yang lebih
mahal; kemudian dengan sangat bangga diberitahukan bahwa kami telah membeli
kambing seharga sekian atau dengan harga sekian kami
telah membeli sapi. Di kalangan tetangga, keluarga dan orang-orang lain
berusaha keras untuk menyaingi kami. Tetapi hewan kurban kami paling mahal dan
paling besar; Jadi barang-barang/hewan-hewan pengorbanan yang
diambil dengan membicarakan hal seperti itu, di dalam hal itu lebih banyak
terdapat unsur pamer di dalamnya. Sangat jelas sekali bahwa
tidak ada lagi yang lain selain pamer.
Kemudian satu
kalangan lagi telah sampai pada tingkat yang keterlaluan yang
kendati mereka memiliki taufik /kemampuan pun mereka
membeli hewan yang kurus kerempeng atau mereka memberikan pengorbanan hewan
yang tidak memenuhi standar pengorbanan, hanya untuk sekedar
formalitas saja. Untuk pengeluaran keperluan sendiri mereka
membelanjakan uang yang tidak sedikit dan dalam hal –hal yang sia-siapun mereka
banyak membelanjakan uang, tetapi pada saat membeli hewan kurban mereka
menjerit akan mahalnya harga hewan. Padahal tertera dalam hadis
Yahya bin Said meriwayatkan bahwa saya telah mendengar Abu
Usamah bin Said bahwa,” Kami menjadikan hewan-hewan itu gemuk dengan
memberikan makan dan minum sekenyang-kenyangnya dan
orang-orang Islam lainnyapun melakukan hal serupa ini”. Rasulullah
saw memberikan perhatian yang khusus untuk pengurbanan hewan ternak dan
kebanyakan beliau sendiri yang melakukan penyembelihan dan mencari
hewan-hewan yang bagus.
Jadi, singkatnya
singkatnya adalah bahwa jika kita amati perkataan Hz Khalifatullmasih ke-5, ada
dua golongan masyarakat yang tidak mengetahui hakikat dari pada pengorbanan
ini, golongan pertama adalah golongan yang mereka cenderung pada sifat pamer.
kedua adalah golongan yang mereka memberikan pengorbanan hewan yang tidak
memenuhi standar pengorbanan hanya sekedar formalitas saja. Nah kedua golongan
ini sama sekali tidak mengenal akan nama ruh pengorbanan. Jadi setiap keduanya
hendaknya memperhatikan hal itu bahwa pengorbanan ini dilakukan demi Allah
Ta’ala semata.
Lebik lanjut Hz
khalifatulmasih ke-5 bersabda bahwa:
Allah berfirman
yang terjemahannya adalah: Daging-daging dan darahnya sekali-kali
tidak akan dapat sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang akan
sampai kepada-Nya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya
kamu mengagungkan Allah karena hidayah dsan petunjuk-Nya kepada kamu. Dan
berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. Al-Haj
37
Yakni, jika kalian
tengah membeli hewan ternak yang mahal supaya supaya kalian
memperlihatkan pada dunia bahwa betapa mahal pengorbanan
yang kalian lakukan. Orang-orang terpengaruh pada kalian sebagai orang kaya, maka
ingatlah bahwa Allah sedikitpun tidak akan mempedulikan pengorbanan kalian.
Hewan ternak kalian yang sehat, mahal, terawat atau gemuk yang
secara lahiriah memenuhi semua standar tuntutan pengorbanan dengan
cara yang sangat tepat /tinggi, pada pandangan Allah sama sekali
tidak ada keistimewaannya; sebab ini tidak memenuhi standar tuntutan ketakwaan
dan tidak terdapat ketakwaan di dalamnya. Di dalamnya sudah dicampuri dengan keduniawian
dan rasa ego. Allah bebas dari makan dan minum, apa perlunya Dia
prihal banyaknya daging hewan ternak kalian. Dia apa kaitannya
dengan hal ihwal bahwa kalian telah menyembelih hewan yang sehat;
Dia apa perlunya bahwa berapa banyak uang yang kamu belanjakan untuk membeli
hewan itu.
Kemudian
orang-orang yang tidak memenuhi tuntutan standar hewan pengorbanan
mereka menyembelihnya dengan membuat berbagai macam alasan. Tentu saja
mereka dapat memperlihatkan orang-orang bahwa kami telah
menyembelih hewan kurban. Terdapat juga sejumlah orang yang mengurbankan hewan
yang kecil yang tidak layak, mereka menyembelihnya dengan
sembunyi-sembunyi hanya dagingnya saja yang nampak sementara
hewannya mereka tidak perlihatkan. Mereka tentu dapat menunjukkan
pada orang-orang bahwa kami telah melakukan penyembelihan
hewan kurban dan kami telah membagikan daging kepada tetangga. Tetapi Allah
yang Maha mengetahui sampai ke kedalaman hati manusia, Dia mengetahui
apa yang di dalam lubuk hati manusia,yang mengetahui kadaan hati
manusia, Dia akan mengatakan bahwa kamu tidak melakukan pengorbanan dengan
semangat pengorbanan tetapi kalian melakukan pengorbanan seekor
hewan karena takut pada dunia;kalian telah menyembelih kambing atau
domba (dengan pemikiran) apa yang akan dunia katakan bahwa seekor
hewan kecil pun dia tidak dapat sembelih. Jadi mungkin saja
pengorbanan ini akan menghindari kamu dari ucapan orang-orang atau dari
isyarah-isyarah dan cemohan orang-orang , tetapi Allah yang meminta
pada kamu pengorbanan untuk menegakkan ketakwaan di dalam diri kamu maksud itu
kalian tidak akan dapat raih. Jadi daging dan darah yang kamu
dapatkan dengan menyembelih hewan itu dan kamu telah mengalirkan
darah hewan-hewan itu, jika itu kosong dari ketakwaan, kosong dari
mencari keredhaan Ilahi, maka jelas Allah sama sekali tidak parlu
pada barang-barang bersifat lahiriah itu.
Jadi falsafah dari
pengorbanan adalah:
Allah ingin
menciptakan ruh pengorbanan di dalam diri kalian setelah
kalian melakukan pengorbanan. Supaya manakala kalian
menyembelih hewan kurban akan timbul kesadaran bahwa Allah untuk
menyuruh menyempurnakan satu perintah-Nya Dia telah menyerahkan
hewan ini dibawah kekuasaan saya. Dan saya telah menorehkan pisau di leher
hewan ini; Allah telah memberikan taufik pada saya untuk mengamalkan sunnah Ibrahim.
Allah telah memberikan taufik pada saya untuk mengikuti sunnah Rasul
dan menyembelih hewan itu. Allah telah meberikan taufik pada saya untuk menjadi
orang yang mengamalkan perintah-perintah-Nya, saya menjadi layak untuk dapat mengamalkan
itu. Dia telah menganugerahkan taufik pada saya untuk ikut serta dalam kelompok
orang-orang yang berupaya meraih redha-Nya. Jadi Allah berfirman bahwa jika
dengan niat itu kalian melakukan pengorbanan, sambil berjalan pada
jalan ketakwaan kalian melakukan pengorbanan, maka pengurbanan ini akan sampai
pada Saya. Jadi sebagaimana saya (huzur) telah katakan bahwa inilah ruh yang
dengan perantaraan itu hendaknya pengurbanan itu harus dipersembahkan di
hadapan Tuhan.
Sambil menerangkan
akan falsafahnya Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:
“Di dalam syareat
Islam Allah banyak sekali telah menegakkan contoh-contoh untuk
perintah-perintah yang penting. Oleh karena itu kepada manusia terdapat
perintah bahwa dengan segenap kekuatan dan segenap wujudnya hendaknya berkurban
di jalan Allah. Oleh karena itu peangorbanan-pengorbanan lahir untuk
kondisi inilah dinyatakan sebagai contoh. Tetapi maksud sebenarnya
adalah pengorbanan sebagaiaman Allah berfirman
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُم
Daging-daging dan
darahnya sekali-kali tidak akan dapat sampai kepada Allah, tetapi
ketakwaan dari kamulah yang akan sampai kepada-Nya.Yakni sedemikian rupa kamu
hendaknya takut pada-Nya seolah-seolah kamu mati di jalan-Nya. Dan
sebagaimana kamu oleh kamu sendiri menyembelih hewan kurban itu
demikian pula kamu menjadi tersembelih/dikurbankan di jalan Allah. Manakala
ada ketakwaan yang kurang dari tingkatan itu, maka ketakwaan semacam itu masih kurang.
Chasmai Makrifat Ruhani Hazain jilid 3 jilid 23:99
Jadi, inilah standar
ketakwaan yang bersama itu hendaknya sembelihan hewan kurban dipersembahkan
di hadapan Tuhan. Ini merupakan tempat /lahan mencari redha Allah
yang dengan perantaaan itu kamu hendaknya mempersembahkan pengorbanan kalian.
Sebagaimana hewan kamu ini dengan berada di bawah pisau
sembelihan kalian dia tengah mempersembahkan pengorbanan
dirinya demi untuk kalian,demikian pula kalian juga hendaknya harus
mengingat dibenak kalian bahwa jika dalam hidup ini saya harus
berkurban demi untuk Tuhan maka saya siap untuk itu.
Hendaknya senantiasa ada di dalam benak bahwa pengorbanan ini adalah dalam
rangka mengenang pengorbanan pada saat seorang
bapak siap untuk mempersembahkan anaknya dan anak telah
mempersembahkan dirinya untuk pengurbanan. Pada saat bapak siap untuk
menorehkan pisau dan anak siap untuk meyuruh
menorehkan pisau di lehernya. Apabila dengan semangat ini kalian melakukan
pengorbanan maka inilah merupakan standar ketakwaan yang sesuai
dengan itu pengorbanan yang dilakukan itu akan diterima disisi Allah. Apa takwa
yang sebenarnya,takwa yang sebenarnya adalah
mengamalkan hukum-hukum Allah dan inilah barang yang
mengingatkan kita juga ke arah itu, menciptakan perhatian
juga ke arah itu bahwa kita seberapa pun perintah Allah hendaknya
setiap saat untuk mengamalkannya senantiasa harus melakukan
upaya-upaya.
Di kesempatan lain
Huzur barsabda : bahwa Takwa adalah upaya membersihkan terhadap wadah (tempat)
nafs ammarah (jiwa yang selalu mengajak kepada kejahatan) sedang kebaikan
adalah makanan yang diletakkan diatas wadah tersebut yang dapat memberikan
kekuatan kpd manusia sehingga ia mampu melakukan amal saleh, mampu meraih
martabat yang tinggi didalam kecintaan Allah Ta’ala.
Contoh pengorbanan
yang agung itu telah memberikan tauladan pada orang-orang yang
beriman pada Allah bahwa maut /kematian pada suatu hari pasti akan
tiba. Untuk meraih tujuan-tujuan luhur, tidak ada nilai
kehidupan ini. Tidak ada faedahnya kehidupan yang diraih
dengan melenyapkan iman; contoh bapak anak yang siap untuk
memperlihatkan contoh pengorbanan luhur ini memperlihatkan pada kita bahwa
betapa dengan pandangan kasih sayang Allah telah melihat pada
mereka. Inipun merupakan satu contoh agung dalam sejarah
agama. Oleh karena siap untuk itaat, sabar, demi
kebajikan dan untuk pengorbanan sementara pisau siap untuk
bergerak /dikeratkan di leher Allah berfirman,” Berhenti,
pisau hentikan, jangan digerakkan. Saya hanya ingin melihat keitaatanmu
dan kesiapanmu untuk mempersembahkan pengorbanan dan
ingin melihat mutu ketakwaanmu. Saya tadinya ingin melihat bahwa
sampai batas mana ketakwaan kamu itu. Kamu sepenuhnya telah sukses dalam ujian
itu. Sekarang itu tidak perlu. Dari kamu kini saya ingin mengambil
pengorbanan yang besar. Yang kenangannya akan diabadikan sampai
selama dunia ini masih ada.Sebagaimana Dia bearfirman:
َلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ. فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِين.
َنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ . قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ.إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ.وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ.وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
Maka tatkala anak
itu sampai pada umur sanggup untuk
berlari-lari. Dia berkata: "Hai anakku ! sesungguhnya aku melihat dalam
mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia
menjawab: "Hai bapakku ! kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu;
insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas
pelipis (nya), Maka Kami memanggilnya : "Hai
Ibrahim, sesungguhnya kamu telah menyempurnakan mimpimu itu",
sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat
baik.Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat
baik. Sesungguhnya ini benar –benar merupakan ujian yang sangat terang. Dan
kami telah menyisakannya sebagai ganti satu pengorbanan yang besar. Dan Kami
abadikan nama baiknya di kalangan orang-orang yang akan datang kemudian.
Nabi saw ini
sendiri telah menegakkan standar dan mutu pengorbanan
yang sedemikian luhur yang tidak ada tolak bandingnnya.
Yaitu, contoh siap untuk disembelih, siap untuk dikurbankan demi
untuk Tuhan itu, Hadhrat Ismail yang telah menegakkannya. Contoh
seperti itu banyak sekali misal-misal /contoh-contoh setiap
harinya seiring dengan berjalannya sang waktu itu mulai menjadi tegak; dan
kemudian tidak hanya Rasulullah saw saja yang menegakkan misal/mencontohkan
seperti ini bahkan para sahabah juga karena pengaruh kekuatan daya pensucian
beliau, beliau telah jadikan mereka menjadi orang yang menagakkan contoh-contoh
itu, yang jika diperhatikan manusia menjadi taajjub dibuatnya. Bahwa
orang corak bagaimanakah mereka itu !
Allah telah
melindungi Hadhrat Ismail dari disembelih adalah supaya dimasa yang akan tidak
terhitung contoh orang-orang yang siap menegakkan contoh siap untuk
disembelih, siap untuk dikurbankan dari keturunan
beliau dan dari para pengikut beliau. Sebagaimana contoh itu telah
tegak di zaman Rasulullah saw . Supaya syaitan dan teman-temannya
dapat mengetahui bahwa bagaimana orang-orang yang mempunyai keimanan
pada Allah sambil memberikan pengurbanan bagaimana mereka
menyuruh memotong leher mereka dan bagaimana mereka siap mengalirkan
darah mereka (demi untuk membela Islam yang hakiki).
Jadi inilah cara untuk merayakan hari raya
Idul-adha/Hari Raya Pengurbanan ini bahwa pengorbanan - pengorbanan
itu diingat yang hari ini kini telah maenyebarkan Ahmadiyah
diseluruh penjuru dunia. Oleh karena itu ingatlah para syuhada Jemaat
dan orang-orang yang dipenjarakan di jalan Allah dan anak-anak mereka dalam
doa-doa kalian. Dan orang-orang yang dipenjarakan di jalan Allah pun ingatlah
mereka di dalam doa-doa kalian dan orang-orang lain yang melakukan
pengorbanan pun ingatlah mereka dalam doa-doa kalian, Hari ini
setiap doa orang-orang Ahmadi dan pengorbanan-pengorbanan, untuk
jemaat berganti menjadi doa-doa untuk orang-orang yang
melakukan pengorbanan-pengorbanan. Menjadi hal-hal yang mengingatkan akan
pengorbanan-pengorbanan yang orang-orang itu telah berikan demi
untuk Jemaat. Kenangan-kenangan untuk orang-orang yang melakukan
pengorbanan untuk kaum jika ini tetap tegak /langgeng, maka inilah
yang akan tetap menjadikan tetap hidup semangat pengorbanan di
kalangan bangsa. Dan akan membawanya pada jenjang-jenjang kemajuan.
Semoga Allah menganugerahi taufik kepada kita. Semoga Allah dengan secepatnya
menganugerahi kemajuan-demi kemajuan yang tak terhingga kepada Jemaat.Amin.
Oleh Bapak Qomarudin shd
Komentar
Posting Komentar